ah ga ada ide... saya mau tulis lirik lagi Digimon hasil dubnya Indosiar aja ah Menjadi kupu yang sehat Terbawa angin berkilau Sekarang ku pergi untuk bertemu dikau Hal yang bukan urusanmu lebih baik lupakan saja Tidak ada waktu untuk bermain-main Apa yang wow wow wow wow woooow Bisa dicapai di langit ini Tetapi wow wow wow wow wooow kita tidak tahu rencana esok hari Setelah mimpi panjang tiada akhir di dunia sepi hingga pikiran bersemangat kelihatannya akan kalah tapi kepak sayap tiada kabarnya hanya berkhayal pastii kan bisa terbang oooh, sayangku...
flash movies!
Awal 2000an saya pernah menemukan film-film kartun sederhana di internet yang dibuat dengan flash. sekarang saya menemukan lagi, lumayan seru lho untuk ditonton:
Smoke kills:
http://www.killsometime.com/animations/animation.asp?ID=111&Rated=1
Final Fantasy chocobo song remix:
http://www.newgrounds.com/portal/view/58184
Fenomena dubbing TV show jaman dulu
Oke, sekarang saya mau menulis tentang fenomena dubbing TV show jaman dulu.
Kurun waktu yang dibahas adalah sekitar tahun 1993-2000, pada masa-masa itu saya masih memakai seragam merah putih atau biru putih setiap hari. Mengapa saya ambil waktu-waktu itu? karena seingat saya waktu itu saya masih rajin menonton TV, setelah kelas 3 SMP saya lebih sering main komputer atau baca, jadi tidak tahu acara-acara TV dan perkembangannya secara total.
Sebenarnya, alih suara bukanlah hal baru dalam dunia pertelevisian. Sejak jaman film Oshin, Maria Mercedes, Rosa, Sin Tiauw Eng Hong dan berbagai acara asing lain disiarkan dalam TV lokal, masyarakat sudah mengenal film-film yang diperankan oleh orang-orang Asia Timur atau Amerika Latin namun berbahasa Indonesia.
Tujuannya adalah agar film lebih mudah dimengerti oleh penonton. Sebenarnya ada metode Subtitle, yaitu meletakkan bahasa terjemahan di bagian bawah layar sesuai apa yang dibicarakan saat itu. Akan tetapi, sepertinya metode ini dianggap kurang efektif bagi acara yang sebagian besar target penontonnya berusia anak-anak sampai remaja.
Jadi, dubbing itu sebenarnya sudah lama jadi hal yang wajar di TV. Bahkan ,kebanyakan acara TV kesukaan saya waktu itu (selain yang acara lokal) juga acara yang di-dub. Seperti “Kembalinya si pendekar rajawali”, “Ksatria Baja Hitam”, “Saint Seiya”, dan “Shulato”.

Ksatria Baja Hitam
Kamen Rider? Namaku Ksatria Baja Hitam!
(Anti Klaim: Kamen Rider Black, Kamen Rider Black RX and Roborider are propety of Toei and Shotaro Ishinomori)
(
Lalu kapan dubbing mulai jadi polemik? Seingat saya dimulai pada masa-masa sebelum pertengahan dasawarsa 1990-an.
Biasanya, terutama pada acara TV yang berasal dari Jepang, yang dialihsuarakan hanyalah episode acaranya. Lagu pembuka dan penutup acaranya biasanya dibiarkan tetap berbahasa aslinya. Bagi para penggemar, ini adalah sisa autentisitas dari acara kesukaan mereka itu.
Alhasil, pada saat RCTI, Indosiar, SCTV dll serentak menyiarkan program dengan dub total, banyak lah orang-orang yang ngedumel. Harap diingat bahwa pada masa ini internet sangat jarang dan menemukan lagu atau video asli itu sesuatu yang mahal, semahal membeli VHS Saint Seiya berbahasa Kanton di toko elektronik terdekat.
Keluhan tentang dub bahasa Indonesia ini terus menjadi masalah bagi para kaum purist ini. Meskipun kalau saya lihat keluhan ini endemik di penggemar acara Jepang, sebab saya tidak pernah dengan orang yang mengeluh ingin “Return of the Condor Heroes” disiarkan dalam bahasa mandarin atau “Maria Cinta yang Hilang” disiarkan dalam bahasa Spanyol.
Keluhan mereka bermacam, dari mengatakan feel nya hilang karena dub bahasa Indonesia tidak memakai acuan penghormatan -san, -chan, -kun, dan sama, karena ingin mendengar suara seiyuu (dubber) asli Jepangnya (yang memang lebih berstatus selebriti daripada di sini), sampai yang sekedar merasa dubbing nya goblok.
Ada juga yang mengeluh karena lebih suka pengucapan yang terhalang bentuk aksara Katakana dan hiragana Jepang. (contoh: Treize dalam anime Gundam Wing disebut Torezu, Quatre disebut Katoro) daripada penyebutan sesuai nama yang dimaksudkan pengarangnya seperti yang ditulisnya dalam aksara Latin/Romaji. Akan tetapi, pada saat anime Gundam Wing di Indosiar menyiarkan seperti ini, toh ternyata mereka diprotes juga.
Lalu, apakah dubbing itu salah? itu terserah kalian para pemirsa. Saya tidak menganggap itu salah selama dijalankan dengan benar. Lewat tulisan ini saya hanya ingin menulis bahwa dubbing itu sesuatu yang sangat umum. Dan, untuk kaum purist, dub di negara ini sudah cukup baik pada anda semua.
Coba sekali-kali tonton acara yang didub di Amerika Serikat atau Amerika Latin. Bukan cuma bahasa yang berubah, tapi juga nama tokoh. Hal ini paling terbukti di anime Digimon (Taichi = Ty, Daisuke = Davis, dll).
Buat saya pribadi, dubbing acara TV di Indonesia sudah jadi bagian masa kecil saya, apalagi di jaman ini, youtube dan imeem menebarkan lagu-lagu asli dari acara TV yang dulu. Justru lagu yang didubbing jadinya yang punya nilai nostalgia
.
Bonus: dubber-dubber indonesia jaman dulu, (bagi saya, mereka tetap berstatus selebriti)
Jimen Rais Sugiman: Hakim Roda Emas, Jendral Jack, Barom of Golgom
Adang S: Hyoga Cygnus, Kotaro Minami
Bonar: Yo Ko, Seiya Pegasus
Muh. Nur: Shadow Moon
Anita Riyadi: Luna dr Sailor moon, ga banyak yg inget, tapi dia ngisi doraemon sebelum nurhasanah
Paling terkenal:
Nurhasanah: Doraemon
Ivone Rose: Nobita
Prabawati Sukarta: Shizuka
Hero and Giant
Dulu waktu saya kecil, semua supermarket kayaknya berlabel Hero, berlambangkan kepala ksatria biru-merah…
Hero Artinya pahlawan
Sekarang ini, semua tempat yang dulu saya kenal sebagai “Hero” berubah menjadi “Giant”, yang berarti raksasa.
saya ga ngerti bisnis dan ekonomi. Tapi kalo di dunia dongeng, ini bisa berarti tiga hal:
1. Sang Pahlawan akhirnya dibunuh oleh Sang Raksasa, lalu ia mengambil alih semua usaha milik sang pahlawan.
2. Dulu, Sang Pahlawan sudah membunuh Raksasa, namun karena tergigit, pada akhirnya ia dan anak-anaknya berubah menjadi raksasa juga.
3. Sang Pahlawan sejak dulu adalah entitas yang sama dengan sang raksasa, ia menyamar selama bertahun-tahun dan kini membuka identitas aslinya.
Abyss (an abysmal emo poetry by DRS)
Abyss
Deep into the abyss I am sinking..
Now you deprive me of my sunlight and my air..
1..
2..
3..
I suffocate
No breathing apparatus can save me now
4..
5..
6..
I’m drowning
And yet you look another way..
Dooming me with your indifference
and in it.
Though, you care enough to keep me here, under it, beneath it.
“What is there to breathe, when the air is a lie?” you said.
I need not answer.
I know what is untrue.
Is the air a lie as it is invisible?
Nevertheless, I’ll just be here for now..
..adrift in the abyss..
filling my soul with its emptiness
I suffocate.
<written by Dias Rifanza Salim, March 29th 2009, 29 minutes to midnight>
desain-desain kaos bagus dan seorang selebriti dunia internet yang baru saya baca halamannya (wow, that’s one long title)
desain kaos mantap berisi lawakan cerdas (bisa mesen, tp dr luar negeri):
http://www.bustedtees.com/?utm_medium=Affilaite&utm_source=CJ
Tucker Max (baru dikasih tau teman saya yang sedang di Jerman)
http://www.tuckermax.com
hasil browsing hari ini
http://www.ngelamar.com
ada byk contoh cv n surat lamaran dlm bahasa indonesia n bahasa inggris, lumayan buat info2
http://www.rinkworks.com/dialect/dialectt.cgi
semacam program web untuk menerjemahkan situs, tapi ke bahasa aneh-aneh, dr bahasa redneck amerika, bahasa swedia palsu sampe pig latin
http://www.whoohoo.co.uk/
idem sama di atas, tapi lebih ke dialek2 britania raya
Tuesday is Quote Day! – parabellum
quote favorit saya tentang perdamaian dan peperangan:
“Qui desideraet pacem preparaet bellum”
yang ingin perdamaian harus siap-siap kalau-kalau harus perang.

