yes, what?
begini yang saya tahu, bagaimana yang anda tahu? tulis saja di fitur comment
-Z- Liputan Maut
Oke saya iseng-iseng bikin cerpen atas saran iseng dari Ismoyo32, meskipun untuk ngerti background ceritanya kalian harus ngikutin dulu serial Joni Dropkick dan episode pertama Cerebus sequelnya, Back in Black
ps: seruan berbahasa mandarin di sini ada artinya, kalo cukup niat nyari, lagi-lagi, ini terinspirasi Firefly.
bahasa sundanya masih kurang banget, kalo ada yang bisa bantu monggo dibantu lewat komen hehehe
pps: tokoh utama ini dibuat 50% berdasarkan seorang teman baik saya. saya tidak bermaksud bersikap rasis atau bigot sama sekali, tapi kalo ada yg tersinggung silahkan tulis bagian mana, nanti bisa saya edit.
Zacharias Zhuang sebenarnya tidak suka kekerasan.
Namun, menjadi wartawan koran kuning regional di daerah terburuk di Moyopolis dapat mengubah seseorang. Apa kamu masih akan waras kalau berita yang kamu tulis setiap hari berkisar dari “Supir Bus Peragut, Pemuda Hampir Maut”, ke “Gembel Pau Budak”, ke “Rumput Tetangga Lebih Hijau, Akibat Selingkuh Pria Paruh Baya Digorok”, sampai “Cowok Ini (ilustrasi foto) Tiga Hari Ngeho-oh Cewek ini (ilustrasi foto) Lalu Digebukin Pacarnya (ilustrasi foto) Sampai Mati”.
Tapi itulah hidup, demi membayar uang kuliah Z.Z. bekerja untuk Stoplight, koran regional terburuk di kota ini sekaligus satu-satunya yang mau menerima CV-nya. Ia selalu berusaha menikmati pekerjaannya, hingga akhirnya ia berhasil menikmati meliput semua berita kekerasan dengan semangat bahkan bergairah. Toh, setiap kali rapat bosnya selalu berusaha menanamkan sifat ini ke anak buahnya.
“Yang penting passion! Semangat! Gairah! Siapa bilang kita koran rendahan?! (dalam hati semua karyawan dalam rapat: semua orang termasuk kami, Pak) kita itu bergulat di kenyataan, reality! Dan masyarakat suka reality! They love it! Ini kerja juu-jur! Gak munaa-fik kita! Iya nggak?!”
Pak Bos bicara dengan cara yang membuat semua karyawan muda, meskipun ingin mendebat semua yang keluar dari rahang Sly Stallone-nya itu, hanya bisa manggut-manggut.
Seolah semua sikap kritis mereka hilang dari otak dan rahang mereka terlalu pegal untuk bicara. Pada akhirnya mereka akan terhipnotis, dan ujungnya semua karyawan hanya joget sesuai nada yang sudah disiapkan sang bos.

sumber: Phillipstraub.com
Sore ini pun Z.Z. turun dari sepedanya (Karena belum gajian) di depan Burnt Toast Diner di Abortion Street—the street that never sleeps, aslinya Zoo Street, namun dinamai Abortion Street karena buruknya kondisi jalan itu bisa menyebabkan aborsi di luar rencana pada ibu-ibu hamil—dengan rasa senang dan penasaran. Biasanya kejadian di jalan ini tidak lebih dari cekcok antar pemuda-pemuda yang begadang di warnet, namun ia dengar kemarin ada satu geng bermotor yang dihabisi oleh seorang penganggur dan seorang pria paruh baya. Ia pun masuk ke dalam Diner yang masih separuh berantakan itu.

atau separuh rapi, untuk kalian yang berpikiran positif
Layaknya diner penuh jagoan yang dimasuki seorang wartawan kurus, semua pelanggan yang sedang makan-minum pun menoleh dan mulai berbisik sambil cekikikan. Taruhan, mereka sedang bicara soal betapa mudahnya mengalahkan aku, pikir Z.Z. Huh mereka akan menyesal meremehkan Mr. Zhuang. Ujarnya dalam hati untuk mematikan rasa senewen yang mulai menguasai pikirannya.
Z.Z. lalu menghampiri orang di balik kasir. “Ah, permisi mas..”
“mau Bir? Bintang? Heine? Root Beer? Pierre Juice?” ujarnya semangat sambil menyodorkan segelas bir dingin ke muka Z.Z.
“Ah tidak, saya hanya ingin tanya-tanya tentang perkelahian seru yang terjadi di sini dini hari tadi.”
“Oh ya, beresin dinernya sih gak seru buat orang shift pagi, mood The Sundanese Kid jelek nih seharian ini. Tapi saya dengar perkelahiannya luar biasa. Saya sih ga liat, kamu tunggu orang shift malem datang aja, cari yang namanya Bill, dia saksi mata.”
“Saya dengar cuma dua orang saja bisa nge-pwn segerombolan geng Harley, ternyata mereka gede motor doang ya uhuhuhuhuhu!” Z.Z. tidak sadar dia bicara di dalam diner yang separuhnya adalah anggota geng yang sedang ia tertawai.
“HEH BOCAH! NGOMONG APE LU!” satu orang berdiri lalu mendorong Z.Z. Orang normal yang ditantang orang sangar begini biasanya langsung minta maaf dan kabur, tapi kali ini yang didorong adalah orang tidak normal yang sedang dalam relative bad moodkarena habis sepedaan hujan-hujan.
“Lu yang ape!” Z.Z. menyerang si Biker dengan jurus hantaman badan Kungfu Enam Kehendak yang dipelajarinya dari komik Kenji. Si biker terdorong ke atas satu meja. Menggulingkan botol-botol dan kartu remi yang sedang dimainkan 4 biker lain. Lalu 9 Biker mendatangi Z.Z. dan menghunus senjata-senjata seperti brass knuckle, rantai, kopel, pisau lipat, stik bilyar, bola bilyar, dan meja bilyar.
Gao se! pekik Z.Z. dalam hati. Ia mendadak sadar kalau besok bakal harus ke dokter, atau lebih parah, kuburan. Dan pada tanggal ini ia tidak punya uang untuk dokter ataupun pengurus pemakaman. Tapi separuh otaknya juga mengatakan bahwa ini kesempatan untuk meluapkan semua stressnya dan hidup seperti pahlawan dalam video game. Ia pun memasang kuda-kuda.
“Hapunten bae, Bapa-bapa, ke heula.” Suara halus namun tegas dari salah satu pinggir diner membuat 9 orang calon brawler ini menoleh. Dan terdiam melihat pistol besar yang ditodongkan ke arah mereka.

The Sundanese Kid
“Dina dinten ieu diner dineru aing béréskeun. Sampé berantakan deui. Aing béréskeun paké usus bapa-bapa sekalian.” The Sundanese Kid, janitor merangkap waiter merangkap koboi vigilante dari duo Buch. Qosidhi and The Sundanese Kid memang benar-benar tidak dalam mood yang baik. “Kalau mau rusuh di luar wae!”
Z.Z. dan para Biker mengangguk canggung dan bergerak ke pintu belakang. “Eh manéh, nu jenggotan, tinggalin meja, bola, jeung stik bilyarna!”
***
Di belakang diner, Z.Z. dikepung.
“Cari ribut lu bocah! Belom pernah dihajar geng Kerang Biru ya!” jerit satu jagoannya. “hajar aja!” “gibeng aja!” “kita bakar dia!”
Geng ini bener-bener brutal, pikir Z.Z. tapi sudah kepalang basah, sekalian nyebur aja. Pikiran tentang berita yang harus ditulisnya pun hilang. Jiwa Z.Z. dikuasai insting untuk bertarung dan selamat. Ia mengambil benda-benda dari kantongnya yang bisa dijadikan senjata. Keluar kantong, tangan kanannya menggenggam sejumlah koin logam, agar kepalannya makin keras, sedangkan tangan kirinya menggenggam pensil yang dineru saja diraut sangat tajam.

aiiiyyyyaaah!!
“Oke qingwa cào de liùmàng, kita lihat kemampuan kalian!” Z.Z. berusaha menutupi ketakutannya. Seorang biker kurus dengan pisau menebas kepala sang wartawan, ia berhasil mengelak mundur, namun pisau itu berhasil menggores pipinya. Dengan memanfaatkan gerakan mundurnya, Z.Z. membanting diri ke tanah dengan cepat, lalu melakukan jurus Senkyutai, tendangan vertikal ke atas dengan bertumpu pada satu tangan. Si kurus terjatuh menyamping, lalu telinganya ditinju dari atas sekeras-kerasnya. Si kurus muntah-muntah karena pusing.
Satu Biker lagi menyeruduk dari belakang, untung Z.Z. reflek memanfaatkan tenaga lawan dan membantingnya ke depan, ke dalam bak sampah yang langsung ditutupnya. Namun saat masih terhuyung-huyung Z.Z. menerima 3 pukulan brass knuckle telak di dada, lalu lehernya dicengkeram dari belakang sementara dari depan ia masih dipukuli. Gagal melepaskan cengkraman lengan kuat ini, Z.Z. mengambil geretan Tokai™ dari sakunya dan membakar lengan itu. Bau bulu dan kulit terbakar memenuhi hidungnya namun ia berhasil lolos untuk meninju hidung si penangkap dengan keras. Dalam permainan Punch-Out di Timezone Z.Z. bisa dapat skor 250, apalagi ditambah koin dalam genggaman.
Sayangnya Biker lain belajar dari kesalahan. Z.Z. ditackle dan ditimpa ke tanah, lagi-lagi ia menggunakan geretannya, kali ini untuk membakar jenggot dan rambut gondrong si biker besar (kenapa juga kebanyakan harleyman harus gondrong dan berjenggot panjang begitu). Si besar lalu lari-lari berusaha memadamkan api di kepalanya, jagoan kita memanfaatkan kesempatan ini untuk melayangkan tendangan lompat ke tengkuknya.
“Teendangaaan Maaaauuuuuuuut! Mampus kau hantu sempak!” Untungnya si biker jatuh ke ember air (tau deh air apa). Baru saja mendarat, Z.Z. dihantam dari berbagai sisi. Rupanya tendangan loncat bukan ide bagus. Z.Z. berusaha menahan atau mengambil peralatannya namun tak bisa…
“Maaf, saya dengar kalian bisa memberi saya informasi tentang orang yang menghajar segerombolan Biker dengan jurus-jurus gulat dan mampu melempar satu motor Harley sendirian.”
Sebelum Z.Z. pingsan, ia mendengar suara seorang wanita dengan aksen Eropa tengah tapi ia tak bisa melihat siapa itu. Satu Biker yang tidak ikut sibuk menggebuki Z.Z. terdengar seperti menggoda atau mengancam wanita itu. Lalu yang terdengar hanya bunyi KRAK, jeritan yang cukup sopran tapi jelas suara pria, dan para biker berhenti memukuli Z.Z. namun ia pingsan.

***
“Bangun, bangun!” suara mas-mas kasir membangunkan Z.Z. “Untung belum mati, semua geng Kerang Biru itu sudah pergi, rasanya mereka tak akan kembali lagi untuk beberapa waktu, dua kali kalah berantem sudah cukup bikin malu.”
“Dà xiàng bàozhà shì de lādùzi! Mereka kalah?”
“Sumuhun, manéh kudu bilang haturnuhun ka ieu awewe. Dia nu nyalametin manéh.”
“Tidak usah,” suara itu dikenali Zackarias Zhuang . Suara yang didengarnya sebelum pingsan. Ia menatap ke wanita di sebelah The Sundanese Kid. Ia sedikit kaget, wajah itu mengerikan, namun jika tidak ada luka-luka dan matanya berwarna normal, tentu wanita ini tidak jelek.
“Saya dengar anda ingin mencari tahu soal pria yang kemarin berkelahi di sini, tujuan kita sama.”
“ah… aku wartawan, itu hanya untuk pekerjaan, kalau tahu bakal terlibat gen houzi bi diushi dan babak belur gini tak akan kukerjakan deh..”
“Oke, biar saya bantu kerjaanmu, toh aku juga perlu menemukan pria itu,” wanita itu tersenyum dan menyodorkan tangannya. Z.Z. menjabatnya. “Aku Zackarias Zhuang, panggil saja Z.Z.”
“Saya Kriemhilde von Menda. Panggil saja Hilde”

madame von menda

YEAAHH !!!
REPORTER OF RAGE !!!
Zackarias “ZenMaster” Zhuang !!!
whoa, sweet wrestling name alert
itu basa sundanya om, kurang gereget dan kurang kasar biar marah+ngegertaknya lebih terdengar mantap LOL :p
wah, wah, wah,, Kriemhilde von Menda kembali.. dan Z.Z. tidak tahu siapa yang menemaninya itu.. ahiww..
dimohon bantuannya bu guru
saya bukan penutur asli jadi masih kurang, kerasa banget sih itu lemes hahaha
hahahha
bisa bisa bisa
^^
keren gan!!
mampir balik
coretanotaku
-my anime info-
^^
ini kocak deh yas, buat inspirasi koran stoplight
http://24.media.tumblr.com/tumblr_l7qq6ujWmN1qz9vwpo1_500.jpg
http://24.media.tumblr.com/tumblr_lbpslok1H81qz9vwpo1_400.jpg
hahahhaa babiiiiiiic! kacrut banget koran gitu
Ping balik:Bukan Hari Ini Aku Ditakdirkan Kalah « yes, what?